22 October 2009

Benalu Kedondong Pacu Imunitas Pengidap Kanker

Oleh : Ida Listyorini Handoyo

Benalu atau kemladeyan lebih dikenal oleh masyarakat sebagai tumbuhan perusak tanaman perkebunan. Tanaman yang hidup pada tumbuhan berkayu ini dapat mematikan inang yang ditumpanginya. Sebagai tumbuhan parasit, benalu hidup dengan mengambil nutrisi dasar yang dimiliki oleh inang untuk selanjutnya diolah menjadi makanan dan energi guna kepentingan tumbuh benalu tersebut. Karena benalu mengambil nutrisi dasar dari inang, maka sebagian kandungan senyawa yang terdapat di dalam benalu menyerupai inang tersebut. Satu macam spesies benalu dapat tumbuh pada inang yang berbeda. Demikian pula, satu jenis tanaman dapat ditumbuhi oleh berbagai spesies benalu.

Di balik daya perusak benalu, ternyata terdapat berbagai manfaat yang luar biasa.. Di dalam dunia pengobatan, khususnya kanker, tumbuhan yang sebagian besar penyebarannya dibantu oleh burung ini sudah tidak asing lagi. Salah satu jenis benalu yang cukup dikenal oleh masyarakat adalah benalu teh. Benalu teh tidak diragukan lagi kemanfaatannya sebagai tumbuhan yang berkhasiat anti kanker. Bahkan harganya pun sudah melambung tinggi. Terdapat lebih dari satu spesies benalu teh. Antara lain Macrosolen cochincinensis dan Scurrula atropurpurea.

Pada awalnya khasiat benalu diduga berasal dari khasiat senyawa inang yang diisap oleh benalu. Seperti contohnya benalu teh yang berkhasiat anti kanker, khasiat tersebut diduga diperoleh dari senyawa flavon yang terdapat pada tanaman teh. Sehingga semula benalu yang tumbuh pada tanaman lain seperti benalu randu, benalu waru dan lain sebagainya dianggap kurang berguna.

Berdasarkan hasil penelitian, ternyata benalu Macrosolen cochincinensis yang hidup pada pohon kedondong dan benalu Scurrula atropurpurea yang tumbuh pada pohon randu memiliki khasiat luar biasa pula. Kedua jenis benalu tersebut terbukti dapat menekan tingkat proliferasi sel kanker pada hewan uji yang dibuat tumor. Pada penelitian lebih lanjut, diperoleh fakta bahwa aktivitas anti-kanker kedua benalu ternyata ditunjang oleh daya imunomodulator kedua benalu tersebut. Benalu kedondong terbukti dapat meningkatkan aktivitas sel imun baik humoral maupun seluler yang dilihat berdasarkan peningkatan kadar interleukin-2 limfosit T dan daya fagositosis makrofag hewan uji. Aktivitas imunomodulator benalu randu diukur berdasarkan kemampuan ekstrak air benalu meningkatkan kadar imunoglobulin G (Ig G) hewan uji yang telah dibuat tumor.

Aktivitas anti kanker benalu didukung oleh pembuktian lanjut yang menemukan bahwa di dalam berbagai jenis benalu terdapat suatu senyawa flavonoid kuersetin, bekerja sebagai inhibitor enzim isomerase DNA sel kanker yang berperan dalam proses perbanyakan dan peningkatan keganasan kanker. Selain itu juga terdapat senyawa meso-inositol dan rutin yang memiliki aktivitas anti kanker sekaligus peningkat imun. Kandungan tanin di dalam benalu juga merupakan salah satu kekuatan benalu di dalam melawan sel kanker karena asam tanat, prekursor tanin merupakan senyawa yang menghambat proses terbentuknya karsinoma.

Tumbuhan mungil yang sering dianggap sebagai perusak kini telah banyak dikembangkan keberadaannya. Apabila salama ini petani benalu hanya mengincar benalu teh sebagai sumber penghasilan mereka, maka dengan ditemukannya kegunaan berbagai jenis benalu yang tumbuh pada pohon-pohon yang sering dianggap kurang menguntungkan dapat menjadi alternatif baru bertani benalu. Apalagi untuk memperoleh benalu pada pohon randu, kedondong maupun pohon waru tidaklah sulit karena di dalam satu pohon dapat ditumbuhi oleh banyak sekali individu benalu baik yang berasal dari spesies yang sama maupun berbeda.

Guna menghindari penebangan tanaman inang secara liar, pengembangan produksi obat benalu di masa kini dan masa mendatang diperlukan alternatif pembudi dayaan benalu tanpa harus melibatkan tanaman inang. Pembudi dayaan melalui cara ini tentu saja memerlukan sistem kultur tanaman berbasis teknologi yang dapat mengadaptasi media kultur menyerupai kandungan kimia tanaman inang. Apabila pembudi dayaan sistem kultur ini sudah ditemukan, pasti lah benalu dapat menjadi salah satu komoditi ekspor non migas yang luar biasa. Apalagi alternatif obat yang efektif, efek samping kecil dengan harga terjangkau sangat lah dibutuhkan. Dan yang pasti benalu yang pernah dianggap sebagai musuh para petani menjadi benalu yang dapat menjadi permata baik bagi petani maupun industriawan serta pemerhati kesehatan.

(http://menapaksehat.blogspot.com)

No comments:

Post a Comment